ANALISIS POTENSI INDUSTRI UMKM BATIK DI SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Muhammad Taufik, Wijaya Justian

Abstract


Dibalik perlambatan pertumbuhan ekonomi global sektor UMKM memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional. Pada tahun 2016 kontribusi sektor UMKM mencapai 60,34% bagi produk domestik bruto (PDB) nasional. Batik sendiri merupakan warisan budaya nusantara yang sudah diakui oleh dunia melalui UNESCO yaitu sebagai karya agung warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sehingga dalam rangka mendukung dan mengembangkan sektor UMKM batik di Surabaya dibutuhkan suatu sistem untuk memonitoring dan menganalisis potensi UMKM batik di Surabaya yaitu dengan dibangunnya sistem informasi geografis.

Tujuan penelitian ini adalah membuat peta potensi UMKM batik kota Surabaya dan SIG potensi UMKM batik kota Surabaya, yang diperoleh menggunakan metode skoring berdasarkan parameter jarak terhadap akses transportasi, rentang harga, dan kelengkapan produk UMKM batik di Surabaya. Sebagai referensi dan rekomendasi bagi pihak-pihak terkait dalam mengembangkan potensi UMKM batik di Surabaya.

Hasil analisa potensi UMKM batik di Surabaya diklasifikasikan menjadi 3 klasifikasi prioritas yaitu prioritas tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisa wilayah yang mempunyai UMKM batik dengan prioritas tinggi yaitu banyak terdapat di Surabaya Selatan yaitu pasar DTC, prioritas sedang banyak terdapat di Surabaya Pusat yaitu pasar Turi, pasar PGS dan Surabaya Utara yaitu pasar Atum, sedangkan prioritas rendah banyak terdapat di Surabaya Timur yaitu Pasar ITC.


Keywords


Potensi UMKM Batik; Sistem Informasi Geografis; Analisa Skoring

Full Text:

PDF

References


Anggraeni, Agmalia Dwi. (2016). Pembangunan Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Untuk Pemetaan Persebaran Industri Kreatif Berbasis Budaya di Kota Surakarta. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Ayuningsasi, A.A Ketut dan A.A Mirah Pradnya Paramita. (2013). Efektivitas dan Dampak Program Revitalisasi Pasar Tradisional di Pasar Agung Peninjoan. Bali: Universitas Udayana.

Aronof, S. (1991). Geographic Information Systems : A Management Perspective. Canada: WDL Publications Ottawa.

BatikInovatif. (2014). “Produk Kreatif Batik”. http://binovatif.blogspot.co.id/2014/09/produk-kreatif-batik.html. (Diakses pada tanggal 5 September 2017)

Beddington, Nadine. (1982). Design for Shopping Center. London: Butterworth Scientific Febriyanti. 2010. Aplikasi Sistem Informasi Geografis Usaha Kecil dan Menengah Kota Depok Berbasis Web Menggunakan Quantum GIS. Universitas Gunadarma

Dahlia, Nadya Rizky. (2015). Evaluasi Usaha Kecil dan Menengah Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kota Surabaya. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.Prahasta, E. (2001). Konsep – konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Bandung: Penerbit Informatika.

Fund, International Monetary. (2017). “Real GDP Growth”. http://imf.org/external/datamapper.html. (Diakses pada tanggal 7 September 2017)

Kusumawardhani, R. (2012). How To Wear: Bagaimana Mengenal Batik, Memilih, Merawat, dan Menyesuaikannya dengan Tubuh dan Warna Kulit. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.

Lisbijanto, H. (2013). Batik. Yogyakarta: Graha Ilmu

Malczewski, J. (1999). GIS and Multicriteria Decision Analysis. New York: John Willey and Sons.

Musman, Asti & Ambar B. Arini. (2011). Batik Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta: G-Media.

Raharjo, Beni dan Muhamad Ikhsan. (2015). Belajar ArcGIS Desktop 10: ArcGIS 10.2/10.3. Banjarbaru: Geosiana Press.

Scribd.com. (2017). “Macam - Macam Batik Indonesia berdasarkan asal daerahnya”. https://www.scribd.com/doc/252587395/Macam-Macam-Motif-Batik-Indonesia-Beserta-Daerah-Asalnya. (Diakses pada tanggal 5 September 2017)

Statistik, Badan Pusat. (2017). “Perkembangan UMKM Periode 2016 - 2017”. https://bps.go.id/staticable/tabel-perkembangan-umkm-pada-periode-2016--2017.html. (Diakses pada tanggal 7 September 2017)

Trenggana, Hendry Meilano. (2012). Analisis Potensi Dan Hambatan Yang Dihadapi Umkm Dalam Mengembangkan Usaha Dengan Menggunakan Alat Bantu Sistem Informasi Geografis (Sig): Studi Kasus Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Depok: Universitas Gunadarma.

Undang-Undang Republik Indonesia. “Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah”. http://www.bi.go.id/id/tentang-bi/uu-bi/Documents/UU20Tahun2008UMKM.pdf. (Diakses pada tanggal 4 September 2017)

Wijaya, Daniel Agung. (2015). Studi Perencanaa Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Menggunakan Sistem Informasi Geografis Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) (Studi Kasus: Kota Surabaya). Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j24423998.v14i2.3853

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.