PEMBUATAN ALUR PELAYARAN KAPAL TAMBANG PADA SUNGAI MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER (STUDI KASUS: SUNGAI MAHAKAM)

Yuwono ., Eko Yuli Handoko, Ahmad Ayyash Islami

Abstract


Pulau Kalimantan sebagai salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di indonesia membutuhkan media transportasi yang dapat mendistribusikan hasil tambang batu bara. Media transportasi yang digunakan di Kalimantan salah satunya adalah Sungai Mahakam. Alur pelayaran harus dibuat untuk melewati Sungai Mahakam dengan aman, sehingga perlu dilakukan survei batimetri. Data batimetri yang didapat dari hasil survei akan dibuat alur pelayarannya dengan spesifikasi Standar Nasional Indonesia. Data yang digunakan adalah data batimetri dari PT.Seascape Surveys Indonesia. Data batimetri dikoreksi dengan pasang surut, Sound Velocity Profiler, gradien dan patch test. Kedalaman dari data batimetri mempunyai referensi terhadap EGM96 saat pengambilan data, lalu di transformasikan menjadi EGM08. Peta batimetri mempunyai referensi terhadap Lowest Low Water Level. Dari analisa peta batimetri Sungai Mahakam, dibuat alur pelayaran kapal Katingan dan kapal Straits Pheonix. Untuk kapal Katingan dibuat alur yang aman dengan spesifikasi kedalaman lebih dari 3,593 m dan spesifikasi lebar lebih dari 55,2m. Untuk kapal Straits Phoenix dibuat alur pelayaran dengan spesifikasi kedalaman lebih dari 5,128 m dan spesifikasi lebar lebih dari 112,7m. Berdasarkan peta batimetri yang dibuat, tidak terdapat alur yang aman untuk dilalui oleh kapal Katingan dan kapal Straits Phoenix.

Keywords


Sungai Mahakam; Survei Batimetri; Multibeam Echosounder; Alur Pelayaran; Gradien

Full Text:

PDF

References


Djunarsah, E. &. Poerbandono. (2005). Survei Hidrografi. Bandung: Penerbit Refika Aditama.

Godin, G. (1984). The Tide in Rivers. Kanada : University of New Brunswick.

IHO. (2005). Manual on Hydrography. Monaco: International Hydrographic Bureau.

IHO. (2008). IHO Standards for Hydrographics Surveys 5th Edition Special Publication No. 44. Monaco: International Hidrographic Bureau

IHO. (2011). TWLGLG4/4/11B. Monaco: International Hydrographic Bureau

Jong, D. (2002). Hydrography. Netherlands: Delft University Press

Kramadibrata, S. (2002). Perencanaan Pelabuhan. Bandung. PT Refika Aditama.

Lekkerkerk, H. J., Velden, R. V., Haycock, T., Jansen, P., Vries, R. D., Waalwijk, P. V., et al. (2006). Handbook of Offshore Surveying Volume One: Preparation & Positioning. London: Clarkson Research Service Limited.

Parnum, Iain., Paulus, J.W.S., Alexander N.G. (2014). A Comparison of Singlebeam and Multibeam Sonar System in Seafloor Habitat Mapping. Australia. Centre for marine science and technology, curtin university, perth, Australia.

Pemerintah Republik Indonesia. (2011). Peraturan Pemerintah No.38 Tahun 2011, Tentang Sungai. Jakarta. Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Rosdynur, Z.S. (2012). Pekerjaan Survei Hidrografi dan Perencanaan Alur Pelayaran dalam Usaha Transportasi Hasil Pertambangan Batubara. Bandung: Teknik Geodesi dan Geomatika ITB.

Syahrial, R. (2009). Analisis Peruntukan Lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Belawan Kaitannya Dengan Perencanaan Tata Ruang. Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j24423998.v14i2.4018

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.