REDESAIN BENDUNGAN WAY APU KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU

Ahmad Dwi Cahyadi, Umboro Lasminto, Mohamad Bagus Ansori

Abstract


Kecamatan Waeapo merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terpadat di Kabupaten Buru. Sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor pertanian, oleh karena itu Kecamatan Waeapo termasuk dalam wilayah pertanian untuk Kabupaten Buru dengan penghasilan padi terbesar bagi Provinsi Maluku dan khususnya bagi Kabupaten Buru. Hasil pertaniannya tidak hanya padi namun banyak lagi misalkan ubi-ubian, kacang-kacangan dan lainnya. Untuk itu kebutuhan air yang dibutuhkan harus tersedia sepanjang tahun agar tetap menjaga hasil produksi tidak berkurang, tetapi pada kenyataannya ketersediaan air tidak selalu ada karena adanya musim kemarau dan pada saat musim penghujan pun sungai Way Apu tidak dapat menampung debit air yang ada. Bendungan adalah salah satu alternatif solusi untuk menampung air saat hujan turun dan memanfaatkan air tersebut saat musim kemarau. Perhitungan yang dipakai dalam Perencanaan yaitu meliputi perhitungan curah hujan rencana dengan menggunakan Pearson Tipe III, analisa ketersediaan debit menggunakan metode FJ Mock, debit rencana menggunakan metode hidrograf Nakayasu, analisa tampungan menggunakan lengkung kapasitas waduk, sedangkan untuk penelusuran banjir menggunakan metode tahap demi tahap (step by step), analisa tubuh bendungan dan kestabilannya, serta analisa pelimpah dan kestabilannya. Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh curah hujan rencana sebesar 895.76 mm, debit rencana periode ulang PMF sebesar 5959,9 m3/detik, dengan kapasitas tampungan efektif sebesar 10,241,211.48 m3 dan dengan debit andalan rata-rata sebesar 10,05 m3/detik. Kebutuhan air baku sebesar 0,2162 m3/detik , kebutuhan PLTA sebesar 0,4 m3/detik dan kebutuhan irigasi dengan luas sawah yang terairi sebesar 7600 ha telah terpenuhi atau tercukupi. Mercu bangunan pelimpah menggunakan mercu tipe Ogee pada elevasi +123.50 dan elevasi muka air banjir pada elevasi +129.20. Tubuh bendungan menggunakan urugan tanah dengan kemiringan hulu dan hilir adalah 1:2, elevasi puncak bendung pada elevasi +131.50 dengan dasar bendungan pada elevasi +107.50,dan panjang dasar tubuh bendungan adalah 103.00 m. Perhitungan stabilitas tubuh bendungan dan spillway aman terhadap gaya-gaya yang terjadi baik dalam kondisi muka air banjir maupun dalam kondisi muka air normal.

Keywords


bendungan; Way Apu; bangunan pelimpah

Full Text:

PDF

References


PT.ABCO Consultan.2014. Laporan Pendahuluan DED (Detail Engineering Design) Bendungan Way Apu Pulau Buru Kabupaten Buru. Ambon

Soedibyo.2003.Teknik Bendungan.Jakarta : PT Pradnya Paramita.

Hadisusanto,Nugroho. 2011. Aplikasi Hidrologi. Jakarta : Jogja Mediautama.

Pekerjaan Umum, Dirjen. 1986. Kriteria Perencanaan 02 – Bangunan Utama. PU

Sosrodarsono,Suyono dan Kensaku Takeda.2003. Hidrologi untuk Pengairan. Jakarta: PT Pradnya Paramita

Pekerjaan Umum, Dirjen. Kriteria Perencanaan 01 - Bangunan Utama. PU

Sosrodarsono,Suyono. 2002. Bendungan Type Urugan. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Das, Braja M., Endah, N., Mochtar, I. B. 1993. Mekanika Tanah (Prinsip–Prinsip Rekayasa Geoteknis ). Jakarta: Erlangga.

Dwi Cahyadi,Ahmad. 2015.Redesain Bendungan Way Apu Kabupaten Buru Provinsi Maluku.Tugas Akhir ITS.

PT.ABCO Consultan.2014. SID Bendungan Way Apu Pulau Buru Kabupaten Buru. Ambon

Azmi D.N, Danayanti. 2011.Perencanaan Splillway Bendungan Tugu Trenggalek..Tugas Akhir ITS.

Rakatungga, Danang. 2009.Perencanaan Waduk Suplesi Pejok Bojonegoro..Tugas Akhir ITS.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Jurnal Hidroteknik oleh LPPM ITS disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://iptek.its.ac.id/index.php/hidro/index.