Redesain Embung Angsokah Kabupaten Sampang

Chandra Eko Prasetyo, Umboro Lasminto, Mohamad Bagus Ansori

Abstract


Pada musim kemarau sebagian besar wilayah di Kabupaten Sampang sering mengalami kekeringan. sungai-sungai yang pada musim penghujan banyak terdapat air, pada musim kemarau menjadi  berkurang airnya dan di sebagian kawasan terkadang menjadi kering. Sungai Omben adalah salah satu sungai yang pada musim kemarau akan mengalami kekeringan. Kondisi ini membuat masyarakat di sepanjang sungai Omben khususnya masyarakat desa Angsokah kecamatan Omben mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Dari identifikasi data curah hujan 10 tahun dan topografi, pembangunan embung merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam mengatasi kekurangan air di Desa Angsokah.

Perhitungan – perhitungan yang dilakukan dalam perencanaan Embung Angsokah ini meliputi analisa kebutuhan air menggunakan metode linier geometri, analisa kapasitas tampungan menggunakan lengkung kapasitas dan kurva massa, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode pearson type III , debit rencana menggunakan metode hidrograf Nakayasu sedangkan debit andalan dihitung dengan metode FJ Mock, penelusuran banjir menggunakan metode tahap demi tahap (step by step), analisa kestabilan spillway terhadap guling, geser, tegangan tanah dan ketebalan lantai,  analisa kestabilan tubuh bendungan terhadap longsor metode Fellenius dan dengan program DX-STABL pada saat kondisi embung masih kosong, pada saat muka air maksimum (banjir), pada saat elevasi muka air  ¾ tinggi muka air maksimum, pada saat elevasi muka air ½ tinggi air maksimum, dan pada saat elevasi muka air sama dengan elevasi dead storage.

Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2039 sebanyak 2.877 jiwa dengan kebutuhan air per orang 100 lt/org/hr, kebutuhan air rencana 3,663 m3/dtk, kapasitas tampungan sebesar 64.752,919 m3, curah hujan rencana periode ulang 25 tahun sebesar 129,354 mm, debit rencana periode ulang  tahun sebesar 13,029 m3/detik, mercu spillway menggunakan mercu Ogee Tipe I dengan elevasi mercu pada +103,00 dan elevasi muka air banjir pada +104,02. Tubuh bendungan menggunakan urugan tanah dengan kemiringan hulu dan hilir tubuh bendungan adalah 1 : 2, elevasi puncak berada pada +106,50 dan elevasi dasar berada pada +95,00. Tinggi jagaan tubuh bendungan dipakai sebesar 2 m. Tubuh bendungan diperkuat dengan geotexlie dipasang melintang 11 lapis type geotextile yang dipilih adalah type Stabilenka 800/100, sedangkan arah memanjang dipasang Geomembran HDPE tebal 2 mm. Saluran pengambilan menggunakan pipa HDPE diameter 0,20 m yang selanjutnya ditampung di bak penampungan air.


Keywords


kebutuhan air, embung, spillway, geotextile

Full Text:

PDF

References


Pekerjaan Umum, Dirjen. 1986. Kriteria Perencanaan 02 – Bangunan Utama. PU

Angga Anugrah, PT. 2013. SID Embung Angsokah Sampang. Surabaya

Cahyadi, A. D. Lasminto, U. dan Ansori, M. B. Redesain Bendungan Way Apu Kabupaten Buru Provinsi Maluku. Jurnal Hidroteknik, vol. 1, no. 2 (2015), pp 67-74.

Endah, Noor. 2012. Modul Ajar Metode Perbaikan Tanah. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Sosrodarsono, S., Takeda, K. 2006. Hidrologi untuk Pengairan. Jakarta: PT. Pradnya Paramita

Sosrodarsono, S., Takeda, K. 2002. Bendungan Tipe Urugan. Jakarta: PT. Pradnya Paramita




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/jh.v2i1.4403

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Jurnal Hidroteknik oleh LPPM ITS disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://iptek.its.ac.id/index.php/hidro/index.