Analisis Perbandingan Kadar Aspal Optimum (KAO) untuk Perbedaan Gradasi (BBA, FAA dan BM)

Anwar Efendy, Ervina Ahyudanari

Abstract


Gradasi agregat adalah salah satu bagian penting dalam campuran beraspal. Sifat-sifat campuran seperti stabilitas, kekakuan, kemudahan kerja, permeabilitas, keawetan, ketahanan terhadap kelelahan, tahanan gelincir, dan ketahanan terhadap air sangat dipengaruhi oleh gradasi agregat. Ada 3 jenis gradasi yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu gradasi BBA merupakan gradasi terbuka sedangkan gradasi FAA dan gradasi BM merupakan gradasi rapat. Gradasi BBA dan FAA merupakan gradasi yang digunakan untuk perkerasan bandara sementara BM adalah gradasi yang digunakan untuk pembangunan jalan. Pada tahun 2018, permintaan aspal di Indonesia mencapai 1,8 miliar ton, tetapi yang dapat dipenuhi oleh produsen aspal lokal hanya mencapai 344 juta ton. PT. Pertamina (Persero) hanya mampu memenuhi 30% dari kebutuhan aspal dalam negeri. Sisanya 70% aspal diimpor dari Singapura karena pasokan aspal rendah dari produsen dalam negeri. Tujuan dalam penelitian ini untuk menentukan perbandingan dari kebutuhan kadar aspal optimum antara gradasi BBA (Beton Bitumineux pour chausées Aéronautiques), gradasi FAA (Federal Aviation Administration) dan gradasi BM (Bina Marga 2010 revisi 3). Dari ke 3 jenis gradasi tersebut, gradasi FAA yang memiliki Kadar Aspal Optimum terendah yaitu,  5,13%, kemudian gradasi BM 5,65% dan yang tertinggi gradasi BBA 6,1%.

Keywords


kadar aspal optimum, gradasi agregat, FAA, BM, dan BBA, uji Marshall

Full Text:

PDF

References


T. W. Roberts, F.L., Kandhal, P.S., Brown, E.R., Lee, D.Y., dan Kennedy, Hot Mix Asphalt Materials, Mixture Design, and Construction, First. Lanham: NAPA Education Foundation, 1991.

R. Maharjan, G. Bir, and S. Tamrakar, “Effect of Aggregate Gradation Variation on the Marshall Mix Properties of Asphalt Concrete,” vol. 8914, pp. 213–219, 2017.

I. Widyatmoko, B. Hakim, C. Fergusson, and J. Richardson, “The Use of French Airfield Asphalt Concrete in the UK,” Eur. Road Rev., no. 13, 2008.

S. Sukirman, Beton Aspal Campuran Panas. Jakarta: Granit, 2003.

D. Energi, “Aspal Pertamina Baru Bisa Penuhi 30% Kebutuhan di Dalam Negeri,” 2017. http://www.dunia-energi.com/aspal-pertamina-baru-bisa-penuhi-30-kebutuhan-di-dalam-negeri/ (diakses tanggal, 22 Desember, 2018)

F. J. Kuwado, “Kementrian PUPR Lebih Banyak Gunakan Aspal Impor, Ini Penjelasan Basuki,” 04-Sep-2018. https://nasional.kompas.com/read/2018/09/04/18012801/kementerian-pupr-lebih-banyak-gunakan-aspal-impor-ini-penjelasan-menteri (diakses tanggal, 22 Desember, 2018)

I. D. A. Karyawan, E. Ahyudanari, and J. J. Ekaputri, “Potential Use of Fly Ash Base-Geopolymeras Aggregate Substitution in Asphalt Concrete Mixtures,” Int. J. Eng. Technol., vol. 9, no. 5, pp. 3744–3752, 2017.

A. Thanaya, “Studi Karakteristik Campuran Aspal Beton Lapis Aus ( AC-WC ) Menggunakan Aspal Penetrasi 60 / 70 dengan Penambahan Lateks Material dan Metode,” vol. 22, no. 2, pp. 77–86, 2016.

P. B. Joubert, L. Gounder, and S. van Wy, “Asphalt Trial Sections in The Touch Down Zone on Johannesburg International Airport,” Proc. 8th Conf. Asph. Pavements South. Africa, no. September, pp. 31–42, 2004.

B. Iswandaru et al., “French Airfield Asphalt Concrete at Manchester Airport French Airfield Asphalt Concrete at Manchester Airport,” no. February 2011, 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j2579-891X.v17i1.4706

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jumlah Kunjungan:Web
Analytics

Creative Commons License
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil by Departemen Teknik Infrasturktur Sipil ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Based on work at http://iptek.its.ac.id/index.php/jats