Analisis Kekuatan dan Stabilitas Tanah Lempung Organik Artifisial Untuk Perencanaan Jalan dengan Beban Lalu Lintas Tinggi

Verdy Ananda Upa, Nur Hakim

Abstract


Tanah lempung organik merupakan salah satu jenis tanah lempung yang memiliki daya dukung rendah dan potensi pengembangan (swelling) yang besar. Kandungan bahan organik yang melewati batas maksimum akan mereduksi kekuatan dan stabilitas dari proses stabilisasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu vulkanik Gunung Kelud dan semen Portland terhadap kekuatan dan stabilitas tanah lempung organik artifisial serta tebal perkerasan rencana yang digunakan. Metode penelitian ini dibagi menjadi 2 tahapan yaitu tahap pra-stabilisasi dan tahap stabilisasi. Pada tahap pra-stabilisasi, tanah lempung organik dicampur dengan masing-masing 3 variasi kadar abu vulkanik, kemudian dilakukan pemeraman selama 3 hari. Selanjutnya, pada tahap stabilisasi, tanah hasil campuran tersebut ditambahkan masing-masing 5% semen Portland, lalu kembali diperam selama 3 hari. Kadar air optimum mengalami penurunan dari 33,696% menjadi 29,586%, berat volume kering mengalami peningkatan dari 1,319% menjadi 1,351%, CBR rendaman mengalami peningkatan dari 2,87% menjadi 9,77%, dan potensi pengembangan mengalami penurunan dari 2,36% menjadi 0,45%.

Keywords


tanah lempung organik, abu vulkanik, semen Portland, pra-stabilisasi, stabilisasi, sifat mekanis

Full Text:

PDF

References


H. C. Hardiyatmo, Stabilisasi Tanah Untuk Perkerasan Jalan, Pertama. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2010.

P. Eddy, “Stabilisasi Tanah Gambut Menggunakan Gypsum dan Semen Portland,” Gadjah Mada, 2000.

M. J. Ingles O, Soil Stabilization Principles and Practice. Melbourne, 1992.

R. Ruktiningsih, “Kajian Tahapan Pra-Stabilisasi Menggunakan Kapur Terhadap Stabilisasi Tanah Lempung dengan Semen,” Gadjah Mada, 2002.

D. of T. A. and T. A. Force, Soil Stabilization for Pavements. Washington D.C.: Air Force AFJMAN, 1994.

B. M. Das, Principles of Geotechnical Engineering, Third. New York: Mc Graw Hill, 1994.

B. M. Das, Advanced Soil Mechanics. New York:

Mc Graw Hill, 1983.

V. Ananda Upa, “Pengaruh Tahapan Pra-Stabilisasi Terhadap Kekuatan dan Stabilitas Tanah Lempung dengan Kandungan Bahan Organik 5%,” Gadjah Mada, 2015.

V. Ananda Upa, “Sifat Mekanis Tanah Lempung Lunak Artifisial Untuk Infrastruktur dengan Beban Lalu Lintas Rendah,” Politeknologi, vol. 18, no. 1, pp. 85–92, 2019.

V. Ananda Upa, “Studi Perlakuan Awal dengan Abu Vulkanik (Fly Ash) Gunung Kelud Terhadap Sifat Fisis Tanah Lempung Lunak Organik,” in Seminar Nasional Teknologi, 2018, pp. 62–68.

ASTM, Standard Practice for Characterizing Fly Ash for Use in Soil Stabilization, Vol 04. Philadelphia, 2001.

K. Tjokrodimuljo, Teknologi Beton, Pertama. Yogyakarta: Biro Penerbit Teknik Sipil, 2007.

A. Rifa’i, Perbaikan Tanah. Yogyakarta, 2013.

H. C. Hardiyatmo, Mekanika Tanah I Edisi III. Yogyakarta: Gadjah Mada University, 2002.

D. P. Umum, Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen. Jakarta, 1989.

AASHTO, Intern Guide for Design of Pavement Structures. Washington D.C., 1981.




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j2579-891X.v17i2.4985

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jumlah Kunjungan:Web
Analytics

Creative Commons License
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil by Departemen Teknik Infrasturktur Sipil ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Based on work at http://iptek.its.ac.id/index.php/jats