Desain Toilet dan Tempat Wudhu Masjid

Budiono Budiono, Lea Kristina Anggraeni

Abstract


Desain toilet dan ruang wudhu di fasilitas publik seperti di kantor, pertokoan, sarana hiburan-rekreasi, hotel, restaurant dan bangunan masjid, sebagian besar belum mengakomodasi kebutuhan ‘bebas najis’ dan privasi aurat penggunanya serta belum memperhatikan lay out toilet, sehingga posisi kloset dan urinal tidak menghadap / membelakangi arah kiblat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu disusun konsep desain dan alternative desain toilet dan tempat wudhu yang lebih Islami. Untuk mewujudkan interior toilet yang Islami tersebut khususnya pada bangunan masjid, maka perlu dilakukan kegiatan penyusunan konsepsi desain toilet dan ruang wudhu yang Islami. Konsep desain ini diperlukan untuk meningkatkan wawasan takmir masjid terhadap persoalan dan solusi fisik dari desain toilet dan ruang wudhu, serta menghasilkan satu alternatif desain sebagai acuan atau langsung dikonstruksi pada kegiatan pembangunan baru atau renovasi.

Konsep desain toilet dan ruang wudhu yang Islami terutama adalah ide tentang bagaimana mendesain urinoir yang dapat menghindari terjadinya percikan balik/cipratan urin (najis) sehingga tidak mengenai tubuh atau pakaian pengguna, serta bagaimana cara meningkatkan privasi visual (aurat) pengguna saat buang air, dan bagaimana menata lay out toilet dan ruang wudhu sehingga tidak menghadap atau membelakangi kiblat. Konsep tersebut diimplementasikan dalam bentuk alternatif desain beruba gambar pradesain.

Dengan adanya konsep desain dan alternatif desain yang Islami diharapkan masyarakat Muslim sebagai penduduk mayoritas di negeri ini tidak gamang dan ragu lagi untuk menggunakan, yang pada gilirannya akan meningkatkan pelayanan masjid pada para jamaahnya karena jamaah akan semakin merasa aman dan nyaman. Yang dijadikan kasus pada studi ini adalah toilet dan ruang wudhu masjid Al-Falah dan Masjid Ampel Surabaya.

 

ABSTRACT

The design of toilets and ablution room in public facilities such as in offices, shops, entertainment-recreation facilities, hotels, restaurants and especially mosque buildings have not yet accommodated the needs of 'free of unclean' and aurat privacy and also have not yet paid attention to lay out toilets, so the position of the toilet and the urinoir avoiding facing / backing towards Qibla. Based on this, it is necessary to prepare the Islamic design concept of toilet and ablution room. This design concept is needed to improve the insight of ‘the mosque's takmir’ on the issues and physical solutions of toilet design and ablution room, and to produce an alternative design as a reference to new building construction or renovation activities.

The Islamic design concept of toilet and ablution room is primarily an idea of how to avoid splashes of urine so that it does not affect the body or clothing of the user, and how to better maintain the user's visual privacy while urinating, and not facing or back to Qibla. This concept is implemented in an alternative design in the form of pre-design drawings.

With the Islamic design concept and alternative design, it is expected that the Muslim community as a majority citizen in this country will not be hesitant to use, which in turn will improve the mosque's service to its congregation because the congregation will feel more secure and comfortable. The case in this study is the toilet and ablution room of Al-Falah Mosque and Ampel Mosque in Surabaya.

Keyword: ablution; aurat; Islami; Qibla; toilet; unclean.

Keywords


aurat; Islami; kiblat; najis; toilet; wudhu

Full Text:

PDF

References


Budiono, dkk. (2011), Rancang Bangun Urinoir yang Islami. Laporan Akhir Hibah Penelitian Strategis Nasional Tahun 2011. LPPM-ITS. Surabaya.

Shobirin, dkk. (2014), Ibadah itu Indah, Pustaka Tebuireng, PP. Tebuireng, Jombang.

Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. (2004). Membangun Toilet Umum dengan Mudah-Kering itu sehat. Buklet 2 ; Gerakan Nasional Standarisasi Toilet Umum Indonesia. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j12345678.v2i1.2374

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Desain Interior by JDI is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at http://iptek.its.ac.id/index.php/jdi/.