Desain Plafon pada Auditorium Gedung Kesenian Jakarta

Karina Juwita

Abstract


Auditorium merupakan tempat untuk kegiatan publik seperti pertunjukan kesenian, olahraga, dan kegiatan seremonial. Pertunjukan kesenian seperti teater, opera, dan musik bisa dinikmati dengan nyaman tergantung dari kualitas akustik ruang. Salah satu faktor yang mempengaruhi auditorium adalah plafon. Plafon bukan hanya sebagai estetika ruangan tetapi bentuk plafon juga harus menyesuaikan ruangan agar tidak terjadi gema dan suara dapat didengar secara jelas oleh penonton. Pada penelitian ini dilakukan di Auditorium Gedung Kesenian Jakarta untuk mengetahui apakah terdapat cacat akustik pada auditorium tersebut dan solusi apabila terjadi cacat akustik.


Keywords


akustik; auditorium

Full Text:

PDF

References


Akmal, Imelda. (2007). Rumah Ide Plafon Kreatif. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Bradley, T. (1989). Practical Building Acoustics. Suffolk London: Sound Research Laboratories Ltd.

Doelle, Leslie. L. dan Dra. Lea Prasetyo, M.Sc. (1972). Environtment Acoustic. New York: Mc Graw-Hill Book, Company.

Doelle, Leslie. (1990). Akustik Lingkungan. Jakarta: Erlangga.

Kuttruff, Heinrich. (1979). Room Acoustics. London: Spon Press 11 New Fetter Lane.

Rettinger, M. (1970). Acoustics. New York: Chemical Publishing Company,Inc.

Suptandar, J. Pamudji. (2004). Faktor Akustik Dalam Perancangan Desain Interior. Jakarta: Djambatan.

Susanta, Gatut. (2008). Panduan Lengkap Membangun Rumah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Talaske, R.H. & Boner, R.E. (1986). Theatres for Drama Performance. Recent Experiences In Acoustical Design. New York: The American Institute of Physics Inc.




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j12345678.v2i2.3545

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Desain Interior by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, ITS is is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Based on a work at http://iptek.its.ac.id/index.php/jdi