Pemanfaatan Panas Buang Air Conditioner (AC) pada Lemari Pengering Benih Padi

Bachtera Indarto, Santi Puspitasari, Hasto Sunarno

Abstract


Penelitian mengenai pemanfaatan panas buang air conditioner (AC) pada lemari pengering benih padi telah berhasil dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rancangbangun lemari pengering padi dengan memanfaatkan panas buang dari kondensor AC (air conditioner) serta mengatur suhu dan kelembaban udara di dalam lemari pengering sesuai dengan ketentuan dalam proses pengeringan benih padi. Lemari pengering yang dibuat berjenis tray dryer, memiliki 4 rak dan terbuat dari kayu triplek berlapis aluminium foil berdimensi 50 cmx50 cmx60 cmdengan kapasitas 2 kg. Pengaturan suhu dan kelembaban udara lemari pengering dirancang dengan menggunakan SHT 11. Sistem ini menghasilkan benih padi dengan kadar air 11% setelah proses pengeringan selama 10 jam. Pengaturan suhu menggunakan kipas exhaust bekerja dengan baik selama proses pengeringan yang diatur pada rentang 30-43ºC, sedangkan pengaturan kelembaban udara menggunakan blower dapat dipertahankan dengan nilai diatas 42,55%.

Abstract -

Research on the utilization of heat exhaust from air conditioner (AC) for paddy dryer cup board, has been successfully done. The objective of this research is to get the design of rice dryer cabinets by utilizing the exhaust heat from the air conditioner condenser and adjust the temperature and humidity of the air in the drying cabinet in accordance with the provision in drying process of riceseed. Dryer cabinet made of the type of traydryer, has 4 shelves and made of wood plywood plated aluminum foil dimension 50 cm x 50 cm x 60 cm with a capacityof 2 kg. The temperature and humidity settings of the drying cabinet are designed using SHT 11. This system produces riceseeds with moisture content of 11% after 10 hours of drying process. The temperature setting using exhaust fan works well during the drying process which is set at 30-43ºC, while the air humidity setting using blower can be maintained with valuea bove 42.55%.


Keywords


riceseed, exhaust, SHT 11.

Full Text:

PDF

References


Anonim, 2011. Teknologi Pengeringan Gabah. http: //www.ntb.litbang.pertanian.go.id (diakses pada 19 juli 2016 pukul 16.00 WIB)

Rahmanto, D.E. dan Subrata I.D.M. 2011. Pemanfaatan Panas Kondensor AC untuk Pengeringan BahanPangan: StudiKasus Pengeringan Chips Kentang. Dipublikasi di Jember.

Nugraha, U.S., S. Wahyuni, M.Y. Samaullah dan A. Ruskandar. SistemPerbenihan Padi. BalaiBesar Penelitian Tanaman Padi.

Anonim, 2007. UPTD BalaiPengawasan dan Sertifikasi Benih TanamanPangan&Hortikultura. LaboratoriumPengujiMutu Benih.

Taib, G., G. Said dan S. Wiraatmadja. 1987. Operasi Pengeringan pada PengolahanHasilPertanian. PT. Melton Putera, Jakarta.

Sudarmadji, S., B. Haryono dan Suhardi. 2003. AnalisaBahanMakanan dan Pertanian. Liberty, Yogyakarta.

Goeritno, A., Nugroho, D.J., Yatim, R. 2014. Implementasi Sensor SHT11 untuk Pengkondisian Suhu dan Kelembaban Relatif Berbantuan Mikrokontroler. Dipublikasi di Jakarta.

Novitaningtyas, Yossy. 2009. Design and Fabrication of Online Monitoring of Temperature Humidity Measuring System and Carbonmonoxide Detector and Sending Data Via SMS. Dipublikasi di Surabaya




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j24604682.v13i3.3101

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.