Alternatif Aspal Modifikasi Polimer dengan Menggunakan Sampah Plastik Kemasan Makanan

Muhammad Hadid, Ana Ubudiyah, Dyah Wahyu Apriyani

Abstract


Kondisi jalan di kota balikpapan banyak mengalami kerusakan, selain itu, ketersediaan aspal belum bisa memenuhi kebutuhan aspal karena 45% jalan di kota Balikpapan masih menggunakan kerikil dan tanah (DPU kota Balikpapan, 2015). Selain itu, Balikpapan juga mengalami masalah di aspek lingkungan yaitu sampah. Gibran (2017) berpendapat bahwa 13.51% sampah yang ada di koata Balikpapan adalah plastik. Plastik merupakan salah satu sampah yang sulit untuk di daur ulang. Sehingga, untuk menyelesaikan dua permasalahan tersebut dilakukan penelitian aspal modifikasi polimer dengan memanfaatkan sampah plastik kemasan makanan. Proses pembuatan aspal modifikasi polimer dilakukan sesuai dengan standar spesifikasi bina marga devisi 6 revisi 3, dimana proses pencampuran polimer dilakukan pada saat campuran beraspal panas dilaksanakan pada suhu 145°C- 155°C. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan variasi kadar aspal yang digunakan pada campuran adalah 5%, 5.5%, 6%, 6.5%, dan 7%. Dan didapatkan kadar aspal optimum adalah 5.3%. Dari kadar aspal optimimum dilakukan pencampuran polimer dengan variasi 0%, 1%, 2%, 3% dan 4%. Hasil pengujian menunjukkan kadar polimer optimim adalah 0.5% polimer dan maksimum 1%. Aspal modifikasi polimer memiliki nilai stabilitas yang tinggi yaitu 23.64% lebih besar jika dibandingkan dengan aspal konvensional. Selain itu, nilai rongga pada campuran 5.74% lebih besar dibandingkan aspal konvensional.


Full Text:

PDF

References


Bina Marga (2010). Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3. Direktorat Jendral Bina Marga Kementrian Pekerjaan Uumum. Jakarta.

Gibran, Muhammad Hawwari. (2017). Kajian Pengelolaan Sampah di UPTD TPA Manggar Balikpapan. Laporan Kerja Praktek. Universitas Airlangga. Surabaya.

Joi, Mashuridan & Batti, J.F. (2011), “Material limbah pada campuran benton aspal campuran panas” Majalah Ilmiah Mektek.

Rahmawati, Anita. & Rizana, Rama. (2015). “Pengaruh penggunaan limbah plastik polipropilena sebagai pengganti agregat pada campuran laston terhadap karakteristik Marshall”. Konferensi Nasional Teknik sipil 7 (KoNTekS 7) UNS hal. 83.

SNI ASTM C136:2012. Metode Uji untuk Analisis Saringan Agregat Halus dan Agregat Kasar.

SNI 1969:2008. Cara Uji Berat Jenis Penyerapan Air Agregat Kasar.

SNI 1970:2008. Cara Uji Berat Jenis dan Peyerapan Air Agregat Halus.

SNI 2417:2008. Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles.

SNI 2434-2011. Cara Uji Titik Lembek Aspal dengan Alat Cincin dan Bola (ring and ball).

SNI 2432-2011. Cara Uji Daktilitas.

SNI 2441-2011. Tentang Cara Uji Berat Jenis Aspal Keras.

SNI 2456-2011. Cara Uji Penetrasi Aspal.

Soandrijanie, Linggo, JF. & Kurniawan, J.Y. (2015). “Penggunaan PVC sebagai bahan tambah pada beton aspal”. Jurnal Teknik Sipil, Vol. 13, No. 3, Hal. 190-195.

Suhardi, Pratomo, P. & Hadi Ali. (2016). “Studi Karakteristik Marshall pada campuran beraspal dengan penambahan limbah botol plastik”. Jurnal Rekayasa Sipil dan Disain Edisi Juni 2016, Vol 4 No.2, Hal 248-293.

Suprayitno, H. & Soemitro, R.A.A. (2018). “Preliminary Reflexion on Basic Principle of Infrastructure Asset Management”. Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, Vol. 2, No. 1, Maret 2018, Hal. : 1-9.

Umam, K.A. & Nur Himawan. Nurmawati. (2007). Struktur dan Sifat Polimer. Tugas S1. Universitas Indonesia. Jakarta.

Widayanti, A., Soemitro, R.A.A., Ekaputri, J.J. & Suprayitno, H. (2018), “Kinerja Campuran Aspal Beton dengan Reclaimed Asphalt Pavement dari Jalan Nasional di Provinsi Jawa Timur”. Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, Vol 2 No.1, Hal 35-43.




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j26151847.v4i1.6832

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jumlah Pengunjung :

Statistik Afiliasi Penulis

View My Stats

Flag Counter

 

 

 

Creative Commons License
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas by Departemen Teknik Sipil ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.