IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KERENTANAN BENCAA BANJIR DI PANTAI UTARA SURABAYA

Adjie Pamungkas, Vely Kukinul Siswanto

Abstract


Kawasan Pantai Utara Surabaya merupakan kawasan yang sangat rentan terhadap bencana banjir rob. Banjir Laju kenaikan air laut pesisir Kota Surabaya setinggi 5,47 mm per tahun dalam periode waktu 64 tahun (1925-1989). Sebagian besar kawasan ini dimanfaatkan untuk kegiatan industri dan pergudangan, pertanian lading garam, permukiman, militer, dan pelabuhan. Hal ini menyebabkan dampak negatif dari benacana bajinjir rob yang semakin besar. Oleh karena itu, penelitian terkait kerentanan bencana banjir tersebut sangatlah diperlukan.Penentuan faktor kerentanan sebagai langkah strategis dalam penilaian kerentanan menjadi fokus utama dalam paper ini.

            Penelitian menggunakan metode Content Analysis untuk mendapatkan faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan bencana banjir rob. Metode content analysis dilakukan pada hasil wawancara yang mendalam (in-depth interview) kepada tujuh stakeholders melalui purposive sampling. Keenam stakeholders tersebut merepresentasikan pemerintah, masyarakat (civil society) dan swasta.

Berdasarkan hasil analisa, ada delapan faktor yang mempengaruhi tingkat kerentanan dari total 27 variabel hasil kajian literatur.Faktor-faktor tersebut adalah tingkat kepadatan pendudukyang tinggi, kawasan topografi yang rendah, dan prasarana penting, buruknya kondisi drainase, dekatnya dengan wilayah sungai dan kawasan terbangun berada di lahan rawa.


References


Anderson dan Wodrow.1989.Vulnerability and Capacity/Resilience. Protection of One’s Livehood.

Affeltranger, B. et al. 2006. Living With Risk: A Global Review of Disaster Reduction Initiatives.ISDR.

Awotona Adenrele. 1997. Recontruction After Disaster. England.

Bimas Rusty, 2005. Hazard Assesment.IRR.

Fauziah, Asmaul. 2008. Dampak Kenaikan Muka Air Laut Terhadap Wilayah Pesisir. Universitas Negeri Surabaya: Surabaya.

Harta, M. Sri.2005. Pemintakan Resiko Bencana Banjir di Wilayah Gresik Utara. Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya: Surabaya.

Kumpulainen, Satu. 2006. Vulnerability Concepts in Hazard and Risk Assesment. Geological Survey of Finland, Special Paper 42.

Miladan.2009. Kajian Kerentanan Wilayah Pesisir Kota Semarang Terhadap Perubahan Iklim. Universitas Diponegoro, Semarang.

Miles, Mattew B dan Huberman, A Michael.1992. Analisis Data Kualitatif. Universitas Indonesia: Jakarta.

Matius, Olivia, Schiwierz, Cornelia, dan Davies, Huw C. 2006. Series a Dinamic Meteorology and Oceanography.International Meteorological Institute in Stockholm.

Maskrey, A. 1989.Community Based Disaster Management.CBDM-2 Hand-Out, ADPC.

Nurcholis, Anhari Lubis, 2010. Kawasan Perak Terancam Banjir Rob. Sumber: http:/nasional.news.viva.co.id/news/read/131006-kawasan_perak_terancam_banjir_rob. Diakses: Juni 2014.

Pugh, David. T. 1987. Tides, Surges and Mean Sea Level.

Satria, Andi. 2013. Banjir Rob Surabaya. Sumber http://ranaphototo.blogspot.com. Diakses: 12 Juni 2014.

Sjarief fan Kodoatie. 2010. Tata Ruang Air. Andi: Yogyakarta.

Vincente, May Celine and de Mesa, Joel D. 2008.Risk=Hazard X Exposure X Vulnerability: Risk Mapping Towards Saving Lives in Bicol.Disampaikan pada 18 November 2008 di Ateneo de Naga University.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
jurnal penataan ruang by LPPM ITS is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at http://iptek.its.ac.id/index.php/jpr/index.