INDIKATOR KEMANDIRIAN PULAU KECIL: STUDI KASUS: POTERAN SUMENEP

Adjie Pamungkas

Abstract


Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 17.480 buah.Kepulauan tersebut didominasi oleh pulau-pulau kecil dan tertinggal.Konsep pengembangan pulau kecil mandiri adalah salah satu konsep pengembangan wilayah yang berupaya untuk memajukan pulau kecil tersebut sehingga tidak memiliki ketergantungan dengan pulau lainnya terutama pada pulau induknya (mainland).Untuk menerapkan konsep tersebut, penentuan pulau kecil mandiri sangatlah diperukan.Metode penelitian yang dilakukan adalah melakukan analisa kualitatif baik terhadap hasil wawancara maupun data-data dari publikasi pemerintah dan hasil riset terkait.Berdasarkan hasil analisa tersebut, Pulau Poteran termasuk ke dalam kriteria pulau kecil berdasarkan sepuluh kriteria. Selain itu, Pulau Poteran pun dinilai masih belum mandiri berdasarkan lima kriteria kemandirian dengan memanfaatkan 15 variabel utama dengan 76 sub variabel.

References


Abecasis, Rita Costa, et.al. 2012. Marine Conservation in Remote Small Island Setting: Influencing Marine Protected Area Establishment in the Azores. Marine Policy [Internet]. Vol 40 (2013):1

www.elsevier.com/locate/marpol.

Adrianto, Lucky. 2002. Developing economic vulnerability indicies of environmental disasters in small island regions. Enviromental Implact Asessment Review. Kagoshima, Japan.

BAPPEDA Kabupaten Sumenep. 2011. Profil Wilayah Kepulauan Kabupaten Sumenep. Sumenep: Indonesia.

Bengen, D.G. 2000.Sinopsis Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Teknologi Pertanian Bogor. Bogor: Indonesia.

Bengen, D.G, Retraubun ASW. 2006. Menguak Realitas dan Urgensi Pengelolaan Berbasis Eko-sisio Sistem Pulau-Pulau Kecil. Bogor: Pusat Pembelajaran dan Pengembangan Pesisir Laut (P4L).

BPS.2012. Kecamatan Talango dalam Angka. Badan Perencanaan Sumenep: Indonesia.

Briguglio, Lino. 1995. Small Island Developing States and Their Economic Vulnerability.World Development. Vol 23 (9): 1615.

Dahuri, R. 1998. Pendekatan Ekonomi-Ekologis Pembangunan Pulau-pulau Kecil Berkelanjutan.Prosiding Seminar dan Lokakarya Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil di Indonesia. Jakarta: Dit. Pengelolaan Sumberdaya Lahan dan Kawasan. TPSA BPPT, CRMP UDAID,

Hess A. 1990. Overview: Sustainable development and environmental management of small islands. In: Beller d’Ayala dan Hein 1990.

Sustainable development and environmental management of small islands.United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Paris and New Jersey, USA.

Neuendorf, K. 2002. The Content Analysis Guidebook. Thousand Oaks, CA7 Sage Publications.

Ongkosongo, O. 2004.Perubahan Lingkungan di Wilayah Pesisir.Struktur Fisik dan Dinamik Pesisir. Makalah Workshop: Deteksi, Mitigasi, dan pencegahan Degradasi Lingkungan Pesisir dan Laut Indonesia.

Retraubun, A. 2001. Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil . Direktorat Pemberdayaan Pulau-Pulau Kecil, Direktorat Jendral Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan-RI.

Schwandt, T. 2001. Dictionary of Qualitative Inquiry.Thousand Oaks, CA 7 Sage Publications.

Sagandhy, Aca dan Hakim, Rustam. 2008. Pembangunan Berwawasan Lingkungan. Bumi Aksara: Jakarta.

Tahir, Amiruddin. 2010. Formulasi Indeks Kerentanan Lingkungan Pulau-pulau Kecil. Tesis.Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

_____. 2007. Undang-undang Perencanaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Pemerintah Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
jurnal penataan ruang by LPPM ITS is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at http://iptek.its.ac.id/index.php/jpr/index.