IDENTIFIKASI POLA PERKEMBANGAN PERMUKIMAN PESISIR MELALUI PENDEKATAN EKISTIC STUDI KASUS: WILAYAH PESISIR BRONDONG-PACIRAN LAMONGAN

Dian Rahmawati, Rimadewi Suprihardjo

Abstract


Permukiman pesisir merupakan salah satu jenis kawasan unik yang membutuhkan pendekatan khusus dalam memahami karakteristiknya.Selama ini permukiman pesisir di Indonesia umumnya dikenal memiliki perkembangan yang sangat cepat dan dinamis dimana salah satu penyebabnya adalah tingginya tingkat migrasi pendatang, termasuk di wilayah studi kasus Brondong-Paciran, Kab.Lamongan.Konsep pengembangan permukiman seringkali tidak sukses dalam implementasinya karena kurangnya pemahaman mengenai karakteristik pola perkembangan permukiman sehingga diperlukan pendekatan khusus dalam studinya. Brondong-Paciran merupakan salah satu kawasan permukiman pesisir yang ditetapkan sebagai kawasan minapolitan di Jawa Timur dan seperti permukiman pesisir pada umumnya, wilayah ini memiliki peran vital dalam kegiatan ekonomi karena integrasi fungsi permukiman dan ekonomi merupakan budaya dan karakteristik eksisting. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola perkembangan permukiman pesisir di Brondong-Paciran, Kab.Lamongan sebagai bagian dari penelitian mengenai pengembangan konsep permukiman minapolis.Diskusi dititikberatkan pada pendekatan metode ekistic sebagai skema analisis dua arah yang khusus dikembangkan dalam bidang permukiman. Hasil dari diskusi dan identifikasi memperlihatkan bahwa tingkat lingkungan permukiman di Brrondong-Paciran termasuk kategori kampung kota pantai dengan tatanan permukiman ribbon settlements berkombinasi dengan pola cluster dan berkembang melalui empat tahapan utama yang kemudian divisualisasikan melalui peta ekistic grid.

References


Dahuri, R. 2002. Modul Sosialisasi dan Orientasi Penataan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.Departemen Kelautan dan Perikanan.

Doxiadis, C. A. 2006. EKISTIC: An Introduction to the Science of Human Settlements.

Lubis, J. 2011, Juli-Agustus.Mewujudkan Pembangunan Kota Pesisir di Indonesia. Buletin Tata Ruang.

Marwati, G. 2003. Pola Perumahan dan Permukiman Nelayan Tepi Pantai yang Berwawasan Lingkungan.Jurnal Penelitian Permukiamn Vol. 19 No.1 PUSLITBANG Permukiman.

McHarg, I. L. 1969. An Ecological Method for Landscape Architecture.

Harta, M. Sri.2005. Pemintakan Resiko Bencana Banjir di Wilayah Gresik Utara. Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya: Surabaya.

Mulyadi. 2005. Ekonomi Kelautan. Jakarta: Rajawali Press.

Norberg-Schulz, C. 1984.The Concept of Dwelling: On the Way to Figurative Architecture. New York: Electa/Rizolli.

Rahmawati, D., Supriharjo, R., Rulli, S. P., & Pradinie, K. 2013. Konsep Pengembangan Permukiman Minapolis Studi Kasus Brondong, Lamongan. Surabaya: LPPM ITS.

Rapoport, A. 2003.Human Aspects of Urban Form: Towards a Man Environment Approch to Urban Form and Design. Pergamon Press.

Refshauge, A. 2003.Coastal Design Guidelines for New South Wales.Diambil kembali dari http://www.planning.gov.au.

Riyadi, D. 2004. Kebijakan Pembangunan Sumberdaya Pesisir Sebagai Alternatif Pembangunan Indonesis Masa Depan. Dipetik September 29, 2012, dari http://www.bappenas.go.id/.

Satria, A. 2009.Pesisir dan Laut untuk Rakyat. Bogor: IPB Press.

Silas, J. 1985. Perumahan dan Permukiman, Surabaya: Jurusan Arsitektur, FTSP ITS.

Sunoto. 2010.Arah Kebijakan Pengembangan Konsep Minapolitan. Buletin Tata Ruang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
jurnal penataan ruang by LPPM ITS is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at http://iptek.its.ac.id/index.php/jpr/index.