ZONING REGULATION SEBAGAI PERANGKAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN DAN OPERASIONALISASI RENCANA TATA RUANG

Sigit Dwinanto A

Abstract


Kegiatan pembangunan serinkali menimbulkan eksternalisasi negative yang tidak kecil. Terdapat beberapa kendala yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi, seperti rencana tata ruang yang telah disahkan berfungsi dan tertinggal dari laju pertumbuhan kotanya atau lemahnya pengendalian (pengawasan dan penertiban) yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Ketentuan yang ditetapkan di dalam rencana tata ruang seringkali menimbulkan berbagai interpretasi debatable baik oleh instansi-instansi sektoral pemerintah daerah maupun masyarakat, sehingga pemanfaatan ruang tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Untuk itu sangat dibutuhkan perangkat tambahan sebagai instrument pengendali pembangunan, sesuatu yang tidakĀ  dapat dilakukan dengan rencana tata ruang. Dengan zoning regulation, diharapkan rencana tata ruang dapat lebih aplikatif dan operasional sebagai alat penentu perkembangan kota-kota di Indonesia.


References


Alder, John. (1989). Development Control. London: Sweet & Maxwell.

Babcook, Richard F. and Charles L. Siemon. (1985). The Zoning Game Revisited. Boston: Oel geschlager, Gunn & Hain, Publishers, Inc.

Barnett, Jonathan. (1982). Introduction to Urban Design. New York:Harper & Row Publisers.

Beatley, Timothy. (1993). Ethical Land Use Principles of Policy and Planning. Baltimore: The John Hopkins University Press.

Doxiadis, C.A. (1968). Ekistics: An Introduction to the Science of Human Settlements. London: Hutchinson & Co Ltd.

Fabos, Julius Gy. (1985). Landuse Planning: From Global to Local Challenge. Chapman andHall Ltd. New York.

Harrison, M. L. and Mordney. (1987). Planning Control: Philosophies, Prospects, and Practice. London: Croom Helm.

Hodgell, Murlin. (1958). Zoning. Kansas State College Bulletin. Kansas.

Hok Lin Leung. (1989). Landuse Planning Made Plain. Kingston: Ronald P. Rye & Co.

Khublall and Belinda Yuen. (1991). Development Control and Planning Law in Singapore. Singapore: Longman Singapore Publishers.

McLouuhlin, J. Brian. (1973). Control and Urban Planning. London: Faber & Faber Ltd.

Mandelker, Daniel R. (1993). Landuse Law, 3rd ed. Charlottesville: The Mitchie Co.

Patterson, T. William. (1979). Landuse Planning: Techniques of Implementation. New York: Van Nostrand Reinhold.

Porter, Douglas, R: Parick L. Phillips and Terry J. Lassar. (1998). Fexible Zoning: How it Works. Washington: ULI-the Urban Land Institute.

Schilling, Joseph M and James B. Hare. (1994). Code Enforcement: A Comprehensive Approach. California: Salano Press Books.

Silberstein, Jane and Chris Maser. (2000). Land Use Planning for Sustainable Development, Florida: CRP Press LLC.

Toner, William and Gil, Efraim and Lucchesi, Enid (1994). Planning Made Easy: A Manual for Planning Commissioners, Members of Zoning Boards of Appeal, and Trainers. Planners Pers. USA.

Weaver, Clifford. L and Richard F. Babcock. (1979). City Zoning: The Once and Future Frontier Chicago: Planners Press.

Werner, Helen Margaret. (1926). The Constitunionality ofZoning Regulations. Springfield: The University of Illinois.

Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang.

Peraturan Menteri dalam Negeri No. 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 327/KPTS/M2002 tentang Penetapan Enam Pedoman Bidang Penataan Ruang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.