KAJIAN RENCANA PENINGKATAN SARANA RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

Muslim Patra Mokoginta, Nanang Setiawan, Eko Budi Santoso

Abstract


Rumah Sakit Umum Kaupaten Bola ang Mongondow dalam perkembangannya banyak melakukan pembenahan-pembenahan, salah satunya adalah untuk merencanakan pembangunan gedung rawat bersama dengan penambahan kelengkapan peralatan medik dan non medik sesuai dengan standar pelayanan oleh pihak pengelola rumah sakit kepada Pemerintah Bolaang Mongondow. Adanya usulan tersebut membuat program prioritas pembangunan daerah semakin bertambah serta dapat mengakibatkan beban anggaran yang ditanggung pemerintah kabupaten semakin besar.

Penelitian ini akan mengkaji dua aspek yaitu rencana teknik dan rencana investasi. Kajian rencana teknik bertujuan untuk mengetahui kebutuhan ruang perawatan inap dengan sebelumnya melakukan langkah-langkah berikut menganalisa kegiatan sarana pelayanan rawat inap pada tiap-tiap kelas perawatan inap, kedua; perkiraan jumlah penduduk dan jumlah hari perawatan rawat inap menggunakan metode peramalan, Kajian rencana investasi bertujuan untuk mengetahui rencana investasi yang sebaiknya dilakukan terhadap peningkatan sarana

pelayanan rawat inap dengan dua altematif rencana investasi dan melakukan penilaian investasi dengan menggunakan metode kriteria investasi Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Intemal Rate of Retum (IRR) dan Profitability lndex (Pl).

Dari hasil penelitian diketahui bahwa kebutuhan tempat tidur untuk pelayanan rawat inap RSU Kabupaten Bolaang Mongondow adalah 179 TT dan kebutuhan ruang perawatan pelayanan rawat inap minimal adalah 1.862,5 M2. Hasil analisa rencana investasi terhadap dua altematif yaitu, Altematif pertama pembangunan dilaksanakan dalam satu tahap dengan pendanaan proyek dilakukan melalui 7o% modal kedua bank dan pemerintah kabupaten melalui APBD dan 100% modal 30% pendanaan proyek pembangunan dilaksanakan dalam 3 tahap dengan alternative rencana investasi yang kabupaten APBD, mengahasilkan  paling baik dilakukan adalah altematif kedua, dimana menghasilkan NPV positif Rp. 2.135.467.743,99, PPpada tahun ke 10, IRR sebesar 16,28 dan Pl sebesar 1,75.


References


Anonim, Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 15' tahun 1998, tentang Rumah Sakit, Jakarta.

Anonim. SK Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 228Menkes/SK/Ill/2002 tentang Pedoman Penyusunan Pelayanan Minimal Rumah Sakit, Jakarta.

Atmaja, LS. (1999), Manajemen Keuangan, Edisi Revisi, Penerbit Andi, Yogyakarta

Badan Pusat Statistik. (2005), Kabupaten Bolaang Mongondow Dalam Angka 2004/2005, Kotamobagu.

Dirjen Pelayanan Medik (1998), Pokok-pokok Pedoman Arsitektur Medik Rumah Sakit Umum, Departemen Kesehatan RI.

Aritonang, Lerbrin R. (2002), Peramalan Bisnis, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Pujawan, I Nyoman. (2004), Ekonomi Teknik, Guna Widya, Surabaya.

Subagyo, Pangestu (2002), Forecasting Konsep dan Aplikasi, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.

Soeharto, Iman (1995), Manajemen Proyek: Dari Konseptual ke Operasional, Jilid I, Erlangga, Jakarta.

Wijono, D. (1999), Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan (Teori, Stratégi dan Aplikasi), Volume 1dan 2,Airlangga University Press, Surabaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
jurnal penataan ruang by LPPM ITS is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at http://iptek.its.ac.id/index.php/jpr/index.