Pengembangan Konsep Kelembagaan sebagai Upaya Rejuvenasi Kawasan Wisata Alam Ranu Grati di Kabupaten Pasuruan

Dian Rahmawati, Hertiari Idajati, Ema Umilia, Ardy M. Navastara, Theresia D. Tambunan, Elok W. Safitri

Abstract


Kawasan wisata alam Ranu Grati Pasuruan merupakan salah satu danau vulkanik yang terletak di dataran rendah dan memiliki kekayaan berupa sumber daya air yang hingga kini masih menunjang kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya dan pemandangan alam yang mengelilingi danau tersebut. Pengelolaan yang kurang optimal telah mendorong kawasan Ranu Grati saat ini mengalami fase stagnan menuju decline jika dilihat dari tipologi Butler. Kualitas air danau menurun akibat limbah keramba dan rumah tangga yang memenuhi daerah sempadan danau, beberapa ladang dan bekas kegiatan pertambangan pasir oleh masyarakat juga berpengaruh ke kualitas air danau, selain itu kegiatan pariwisata juga sangat terbatas perolehannya dalam mendapatkan pengalaman maupun kesempatan terlibat dalam aktivitas pariwisata kecuali jika ada acara tertentu. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian yang berjudul Kajian Pengembangan Kawasan Ranu Grati. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan arahan pengembangan Ranu Grati dilihat dari segi kelembagaan pariwisata sebagai upaya merejuvenasi kawasan Ranu Grati yang saat ini berposisi di fase stagnan menuju decline. Tahapan dari penulisan adalah (1) menyusun faktor yang berpengaruh terhadap menurunnya kondisi kawasan wisata Ranu Grati dengan metode Delphi (2) merumuskan arahan pengembangan Ranu Grati dari segi kelembagaan yang meliputi pemerintah,swasta dan masyarakat dengan metode pendekatan quadriple helix diintegrasikan dalam konsep zonasi kawasan. Hasil yang ditemukan didapatkan: (1) Faktor yang berpengaruh terhadap menurunnya kondisi kawasan wisata Ranu Grati yaitu potensi SDM yang belum seimbang, peran serta masyarakat yang masih rendah, dan koordinasi antar stakeholder yang kurang optimal; (2) Zonasi kawasan wisata Ranu Grati yang terintegrasi dengan konsep pengembangan fungsi kelembagaan yang terbagi dalam ruang inti dan ruang pendukung.

Kata kunci: kawasan wisata alam, kelembagaan, rejuvenasi



Full Text:

PDF

References


Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pasuruan. Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pasuruan Tahun 2014-2024

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan. Pariwisata  Dalam Angka Tahun 2014.

Pasuruan, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten. 2013. Objek Wisata Alam. Accessed Oktober 2, 2015.http://disbudpar.pasuruankab.go.id. Department of European Paintings. “Architecture in Renaissance Italy.” In Heilbrunn Timeline of Art History. New York: The Metropolitan Museum of Art, 2000–.

Utama, Analisis Siklus Hidup Destinasi Pariwisata Bali: Kajian Ekonomi Pariwisata Terhadap Destinasi 2012.

Yoeti, Oka A. 1996. Pemasaran Pariwisata. Bandung: Angkasa.

Rumidi, Sukandar. 2006. Metodologi Penelitian Petujuk Praktis Untuk 
Pemula. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Puspito, Atras Radifan. 2015. Pengembangan Kawasan Agrowisata Melalui Pendekatan City Based Tourism di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Pertiwi, Ratih. n.d. "Planning & Development of Tourism: Pola Perencanaan & Pengembangan Kawasan Lovina, Di Wilayah Bali Utara."

Fandeli, Chafid. 1995. Dasar-Dasar Manajemen Kepariwisataan Alam. 
Yogjakarta: Liberty

Adiguna, Wildan. 2013. Kajian Daya Tarik Wisata Terkait Perkembangan Obyek Wisata Goa Pindul. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
jurnal penataan ruang by LPPM ITS is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at http://iptek.its.ac.id/index.php/jpr/index.