WANITA DALAM ISLAM

Zainul Muhibbin

Abstract


Emansipasi wanita dalam ajaran Islam selalu menjadi bahan diskusi yang menarik, karena ada anggapan bahwa ajaran Islam diskriminatif terhadap wanita. Benarkah Islam diskriminatif? Hal ini perlu diteliti dan dibuktikan. Dalam perspektif sejarah dapat dibuktikan bagaimana Islam telah mengangkat derajat wanita, ini dapat dilihat dengan mengkomparasikan kondisi wanita pra Islam dengan pasca Islam. Dari perspektif Syari’ah dapat dibuktikan bahwa hakikatnya tidak ada diskriminasi antara laki-laki dan wanita di hadapan hukum Islam. Perspektif Al-Qur’an juga membuktikan bahwa Allah selalu mendudukkan laki-laki dan wanita dalam posisi yang sama, tidak ada diskriminasi dalam Al-Qur’an. Berdasarkan tiga perspektif di atas, terbukti bahwa Islam telah mengangkat derajat kaum wanita, sehingga terjadi kesetaraan antara  wanita dengan laki-laki. Dalam Islam ada bagian ajaran yang bersifat absolut dan ada yang bersifat relatif; yaitu yang merupakan ajaran-ajaran pokok (ushul) yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan yang merupakan hasil pemikiran manusia (ijtihad) tentang perincian dan penjabaran (furu’) tentang cara pelaksanaan ajaran-ajaran pokok tersebut. Dalam berijtihad manusia sangat mungkin terpengaruh oleh budaya yang ada, termasuk yang masih patrilineal. Sementara itu teks-teks Al-Qur’an dan Hadts (ajaran pokok) telah menggariskan prinsip dan semangat kesetaraan jender, oleh karena itu perlu dilakukan reinterpretasi untuk menghasilkan pemahaman-pemahaman yang sesuai dengan prinsip dan semangat ajaran pokok Islam tersebut.


Keywords


emansipasi, sejarah, syari’ah, Al-Qur’an.

Full Text:

PDF

References


Al-Haddad, At-Tahir, 1992, Wanita dalam Syari’at dan Masyarakat, ter. M. Adib Basri, Pustaka Firdaus, Jakarta.

Al-Qardawi, Yusuf, 1995, Karakteristik Islam Kajian Analitik, ter. Rafi’ Munawwar dan Tajuddin, Risalah Gusti, Surabaya.

As-Shan’ani, Al-Imam Muhammad bin Ismail, 1991, Subul As-Salam, vol. 2, Dar al-Fikr, Beirut.

Feillard, Andree, 1999, “Potensi Perubahan Relasi Gender di Lingkungan Umat Islam, Sebuah Proyeksi dan Pemaparan Data”, dalam Syafiq Hasyim (ed), Menakar “Harga” Perempuan Eksplorasi Lanjut atas Hak-hak Reproduksi Perempuan dalam Islam, Mizan, Bandung.

Mernissi, Fatimah, 1994, Ratu-ratu Islam yang Terlupakan, ter. Rahmani Astuti dan Enna Hadi, Mizan, Bandung.

Nasution, Harun, 1995, Islam Rasional Gagasan dan Pemikiran, Mizan, Bandung.

Schimmel, Annemarie, 1998, Jiwaku adalah Wanita Aspek Feminin dalam Spiritualitas Islam, ter. Rahmani Astuti, Mizan, Bandung.

Shihab, M. Quraish, 1992, Membumikan Al-Qur’an Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Bermasyarakat, Mizan, Bandung.

-------------, 1996, Wawasan Al-Qur’an Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat, Mizan, Bandung.

Umar, Nasaruddin, 1999, Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Qur’an, Paramadina, Jakarta.

Waddy, Charis, 1987, Wanita dalam Sejarah Islam, ter. Faruk Zabidi, Pustaka Jaya, Jakarta.

Yafie, Ali, 1994, Menggagas Fiqh Sosial dari Soal Lingkungan Hidup, Asuransi hingga Ukhuwah, Mizan, Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j24433527.v4i2.627

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

p-ISSN (1979-5521)  e-ISSN (2443-3527)