Eksplorasi Limbah Uang Kertas Tidak Layak Edar dengan Metode Double Diamond, Studi Kasus: BI Purwokerto

Rizna Eka Nursanti, Laurensius Windy Octanio Haryanto, Emmareta Fauziah

Abstract


Tercatat Bank Indonesia Purwokerto menarik 235.930,00 hingga 512.968,00 (dalam jutaan Rupiah) setiap bulan. Masalah muncul ketika limbah ini terus bertambah sebelum limbah lama musnah/terurai atau termanfaatkan kembali. Pengolahan limbah utas Bank Indonesia Purwokerto sejauh ini adalah dengan dikubur dalam tanah di suatu area khusus dalam wilayah kerja. Dengan keteradaan yang kontinyu, limbah utas memenuhi persyaratan untuk dimanfaatkan sebagai material alternatif produk komersial. Aplikasi limbah utas sebagai material alternatif membutuhkan pondasi yang jelas terkait potensi dan batasan pemanfaatan untuk aplikasi dalam desain produk. Metode Double Diamond merupakan metode desain dengan 4 tahap yakni discover, define, develop dan deliver. Metode ini memungkinkan porsi penggalian permasalahan dengan dalam. Dari keseluruhan tahap didapat hasil yakni pengolahan limbah utas berwujud cacahan (shredded) dengan teknik fusing. Dengan menggunakan plastik kresek (plastic bag) yang belum mengalami recycle sebagai laminasi, cacahan limbah uang kertas dapat dijadikan material lembaran. Metode fusing yang dianjurkan adalah metode berlapis. Sementara hasil eksplorasi material lembaran seperti cutting, gluing, coiling, sewing, woving, folding disajikan dalam tabel. Dari eksplorasi ini, dengan pertimbangan estetika, ability untuk dibuat, ability dan estetika untuk digabung dengan material lain, serta kecocokan properties, maka material utas diproyeksikan salah satunya untuk pengembangan produk pouch.

Keywords


Product Design; Material Exploration; Limbah Uang Kertas

Full Text:

PDF

References


T. H. Sufiandi, “KEBIJAKAN BANK INDONESIA DALAM PENGEDARAN UANG BARU DAN PENARIKAN UANG LUSUH DI WILAYAH BANYUMAS,” Yogyakarta, 2019.

A. Cahyo Priyantono and F. Ardiansyah, “Perancangan Prototipe Mobile User Experience Aplikasi Peningkatan Sumber Daya Desa Menggunakan Metode Double Diamond Designing a Mobile User Experience Prototype for Village Resources Improvement Application Using the Double Diamond Method,” Ilmu Komput. Agri-Informatika, vol. 7, pp. 96–104, 2020.

S. Yousef et al., “Sustainable industrial technology for recovery of cellulose from banknote production waste and reprocessing into cellulose nanocrystals,” Resour. Conserv. Recycl., vol. 149, no. June, pp. 510–520, 2019, doi: 10.1016/j.resconrec.2019.06.026.

V. Khrisna and A. P. Setiawan, “Papan Partisi dari Limbah Kertas,” J. Intra, vol. 5, no. 2, pp. 802–810, 2017.

B. Indonesia, “Pengelolaan Uang Rupiah.” [Online]. Available: https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/pengelolaan-rupiah/default.aspx. [Accessed: 17-Feb-2022].

N. Iskandar, K. Ma’nun, R. Pujosakti, and M. Abbas, “Pengolahan Limbah Kertas Uang sebagai Bahan Campuran Pembuatan Komposit untuk Body Kit Mobil Ramah Lingkungan,” Artik. Ilmiah-Universitas Diponegoro, pp. 1–4, 2015.

“Mahasiswa UM Olah Limbah Uang Kertas Jadi Baglog Jamur Tiram, Dipasarkan dengan Label Mushgrow | Kliping Berita UM.” [Online]. Available: http://kliping.um.ac.id/index.php/mahasiswa-um-olah-limbah-uang-kertas-jadi-baglog-jamur-tiram-dipasarkan-dengan-label-mushgrow/. [Accessed: 26-Dec-2022].




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/iptek_desain.v22i1.15357

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Desain IDEA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Terdaftar pada LIPI dengan e-ISSN 2580-0264 dan p-ISSN 1411-3023