Model Numerik Atenuasi Gelombang oleh Vegetasi Menggunakan Program XBeach

Mega Septia Sarda Dewi, Satria Damarnegara, Umboro Lasminto

Abstract


Proses abrasi pantai di wilayah pesisir disebabkan oleh proses alami berupa proseshidro-oseanografi seperti hempasan gelombang laut, fluktuasi muka air laut dan arus sehingga mengakibatkan terjadinya kemunduran garis pantai dan terjadi fenomena sedimentasi. Salah satu upaya dalam menanggulangi abrasi adalah dengan penanaman vegetasi. Vegetasi dapat meredam energi gelombang dan memiliki peran penting dalam perlindungan pantai. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap vegetasi untuk mengetahui tingkat atenuasi gelombang. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan hasil penelitian laboratorium dengan pemodelan numerik dari besar atenuasi gelombang oleh vegetasi. Penelitian ini berdasarkan pada data pemodelan fisik laboratorium yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya dan yang akan divalidasi. Data yang digunakan adalah domain model, data gelombang dan data karakteristik vegetasi (kepadatan, tinggi dan diameter batang). Hasil dari pemodelan numerik menghasilkan atenuasi rata-rata 66% dan uji validasi pemodelan numerik menghasilkan performa yang baik dengan nilai RMSE rata-rata 0.024.

Keywords


atenuasi gelombang; karakteristik vegetasi; XBeach

Full Text:

PDF

References


J. Davies and G. F. Claridge, Wetland benefits: the potential for wetlands to support and maintain development, no. 333.918 W539we. Asian Wetland Bureau, Kuala Lumpur (Malasia) International Waterfowl, 1993.

Y. Ozeren, D. G. Wren, and W. Wu, “Experimental Investigation of Wave Attenuation through Model and Live Vegetation,” J. Waterw. Port, Coastal, Ocean Eng., vol. 140, no. 5, p. 04014019, 2014, doi: 10.1061/(asce)ww.1943-5460.0000251.

M. Maza, J. L. Lara, I. J. Losada, B. Ondiviela, J. Trinogga, and T. J. Bouma, “Large Scale 3D Experiments of Wave and Current Interaction with Real Vegetation. Part 2: Experimental Analysis.” pp. 73–86, 2015.

Bambang Triatmodjo, Teknik Pantai. Yogyakarta, 2012.

C. E. R. C. CERC, “Shore Protection Manual: Volume I and II,” Spm1984, vol. 1 & 2, 1984, doi: 10.5962/bhl.title.47830.

I. N. N. S. Rusila Noor, Y., M. Khazali, Pengenalan Mangrove di Indonesia. 1999.

J. A. Roelvink, “Coastal morphodynamic evolution techniques,” Coast. Eng., vol. 53, no. 2–3, pp. 277–287, 2006, doi: 10.1016/j.coastaleng.2005.10.015.

J. A. Roelvink, “Dissipation in random wave groups incident on a beach,” Coast. Eng., vol. 19, no. 1–2, pp. 127–150, 1993, doi: 10.1016/0378-3839(93)90021-Y.

R. J. Lowe, J. L. Falter, J. R. Koseff, S. G. Monismith, and M. J. Atkinson, “Spectral Wave Flow Attenuation within Submerged Canopies: Implications for Wave Energy Dissipation,” J. Geophys. Res. Ocean., vol. 112, no. 5, pp. 1–14, 2007, doi: 10.1029/2006JC003605.

R. A. Dalrymple, J. T. Kirby, and P. A. Hwang, “Wave Diffraction Due to Areas of Energy Dissipation,” J. Waterw. Port, Coastal, Ocean Eng., vol. 110, no. 1, pp. 67–79, 1984, doi: 10.1061/(asce)0733-950x(1984)110:1(67).




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j2579-891X.v19i2.8652

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jumlah Kunjungan:Web
Analytics

Creative Commons License
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil by Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Based on work at https://iptek.its.ac.id/index.php/jats