Pemanfaatan Ekstrak Kulih Buah Langsat sebagai Inhibitor Organik Korosi Pada Baja ST 37 dalam Media IM H2S04

Nur Husodo, Mashuri -, Ahmad Fajar Reynaldi, Kyla Anisa Windarta, Atria Pradityana

Abstract


Korosi adalah kerusakan atau kehancuran yang disebabkan oleh reaksi kimiawi material di lingkungannya.
Salah satu cara untuk mengurangi laju korosi yaitu dengan penggunaan inhibitor organik. Penghambat korosi adalah
zat kimia yang bila ditambahkan ke lingkungan dapat mengurangi laju korosi logam di lingkungan. Kulit buah langsat
(Lansium domesticum var. Pubescens) adalah inhibitor yang akan digunakan. Dalam penelitian ini menggunakan baja
ST 37 dengan media H2SO4 1M dengan variasi konsentrasi 0, 3, 5 dan 11 mg. Metode ekstraksi yang digunakan adalah
metode maserasi. Pada uji Tafel nilai laju korosi sebesar 3,3738 mmpy tanpa inhibitor dan dengan inhibitor mencapai
1,7471 mmpy serta dihasilkan juga efisiensi inhibisinya sebesar 48,21%. Menghasilkan efisiensi pengujian weight loss
inhibisi sebesar 53,9%


Keywords


Baja Karbon, Laju Korosi, Weight Loss, Uji Tafel, Uji Makro Visual

Full Text:

PDF

References


Fontana, Mars Guy. 1986. Corrosion Engineering. Singapore : McGraw-Hill Book Co.

Heyne K. 1987. Tumbuhan berguna Indonesia II. Badan Litbang Departemen Kehutanan. Jakarta 1126-1128.

Rakanta, E., Th Zafeiropoulou, and G. Batis. 2013.Corrosion Protection of Steel with DMEA-Based Organic Inhibitor. Construction and Building Materials 44. Elsevier Ltd: 507–13. doi:10.1016/j.conbuildmat. 2013.03.030.

Trethewey and Chamberlain. 1991. Korosi Untuk Mahasiswa dan Rekayasawan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j27213560.v2i1.9124

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Nasional Amori licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Based on a work at https://iptek.its.ac.id/index.php/amori