PEMBUATAN SISTEM INFORMASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA BERBASIS WEBGIS (STUDI KASUS : KOTA SURABAYA)

Agnes Rusnalia Trisnawati, Bangun Muljo Sukojo

Abstract


GIS (Geographics Information System) merupakan tool yang dapat digunakan untuk pemetaan dan analisa terhadap aktivitas yang terjadi di permukaan bumi. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, GIS juga mengalami perkembangan yaitu berbasis web (WebGIS). Pembuatan sistem informasi bangunan cagar budaya berbasis webGIS dimaksudkan agar memudahkan inventarisasi, pengawasan, tindak lanjut serta dapat dijadikan acuan untuk penentuan kebijakan yang terkait konservasi bangunan cagar budaya. Hal ini merupakan salah satu strategi pelestarian dan perlindungan terhadap seni dan budaya tradisional. Dengan adanya sistem informasi yang mencakup lokasi dan informasi bangunan cagar budaya yang ada di Kota Surabaya pengelolaan serta pengawasan akan lebih efisien.

 

Pada penelitian ini dilakukan pembuatan Sistem Informasi Bangunan Cagar Budaya berbasis WebGIS dengan menggunakan peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) skala 1:5.000 sebagai peta dasar serta data tabular mengenai bangunan cagar budaya milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya sebagai data atribut. Pengolahan data spasial menggunakan MapServer dan penyimpanan database dengan PostgreSQL. Penggunaan MapServer juga ditambahkan pencarian jalur alternatif dengan metode AHP (Analitycal Hierarchial Process) berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

 

Hasil yang diperoleh dari pembuatan sistem informasi bangunan cagar budaya Kota Surabaya ini adalah program aplikasi berbasis web yang dapat menunjukkan persebaran bangunan cagar budaya sebanyak 153 bangunan dan tersebar di wilayah Surabaya Pusat yang merupakan pusat perkembangan kota lama serta beberapa pilihan jalur alternatif yang telah ditentukan berdasarkan proses AHP.

Full Text:

PDF

References


Burrough, PA. 1994. “Principles of Geographical Information System for Land Resurces Assessment”. New York : Oxford University Press Inc.

Charter, D. 2004. Desain dan Applikasi GIS, Jakarta:PT. Elex Media Komputindo.

Gunadi. 1996. “Pemikiran Kembali Tentang Pengertian Situs Arkeologi”, Pertemuan Ilmiah Arkeologi VII, Proyek Penelitian Arkeologi Jakarta, Cipanas, 12 – 16 Maret, 1996.

Gunarso, P., dkk. 2003. Modul Pelatihan Dasar-dasar Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Geografis. Malinau research forest.

Kasnowihardjo, G., Maret 2009. Pengelolaan Benda dan Kawasan Cagar Budaya 2009. . Dikunjungi pada tanggal 19 Nopember 2010. Pukul 12:05.

Nuryadin, Ruslan. 2005. Panduan Menggunakan MapServer. Bandung: informatika.

Pemerintah Kota Surabaya, 2010. Cagar Budaya Kota Surabaya. . Dikunjungi pada tanggal 19 Nopember 2010. Pukul 07:30 WIB.

Peta, 2010. . Dikunjungi pada tanggal 5 Februari 2010, jam 5.45 WIB.

Prahasta, E. 2001. Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Bandung: Informatika.

Prahasta, E. 2007. Sistem Informasi Geografis: Membangun Aplikasi Web-Based GIS Dengan MapServer. Bandung: Informatika.

Profil Kota Surabaya, Jawa Timur. . Dikunjungi pada tanggal 13 Januari 2011. Pukul 18:11 WIB.

Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Lembaran Negara RI Tahun 1992. Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia. 1993. Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1993 tentang Pelaksanaan UU No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Sekretariat Negara. Jakarta.

Sitindaon, Fernando. 2003. Membuat Aplikasi Web Database Dinamis Menggunakan Paket Open Source. Jakarta: Gramedia.

Sukawi, Maret 2008. Konservasi-Pelestarian Arsitektur: Pelestarian Cagar Budaya. 2008 . Dikunjungi pada tanggal 19 Nopember 2010. Pukul 12:05.




DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j24423998.v7i1.4215

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Geoid Journal of Geodesy and Geomatics by Department of Geomatics Engineering - ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.